May 10, 2008

jumat malam

Malam ini adalah malam jadwal chatting sama anak2, alumni angkatan 24 yang gokil2 dan ganteng serta cantik2 (orang2 pun mengakui..hehehe). walaupun chatting sama anak2 belum efektif karena sampe sekarang masih banyak yang belum gabung, entah ga tau caranya atau ga ada waktu, padahal aku yakin sekali mereka punya waktu, mereka punya uang, tapi apalah arti itu semua kalau tak ada keinginan.
Hari ini ada yang sedikit berbeda, banyak gegedug2 yang tidak hadir seperti kulit, bem, abink ol nya juga setengah2 karena sedang sibuk dengan pekerjaannya. Tapi ada pendatang baru yang selalu heboh, odzo. Walaupun tidak ada para gegedug tapi chating berjalan mulus juga. Kekesalanku masih sama, masih banyak anak2 yang belum memberikan waktunya untuk chatting atau mungkin mereka sibuk. Fitfat yang bilang di milis mau chatting ternyata tidak datang juga, dan beberapa mantan warneters yang dulu zaman di pondok rajin tiap minggu ke warnet walaupun hanya mengganti foto di fs atau comment ke orang, mereka tidak lagi hadir di dunia maya. But whatever conversation must be caried on, so lanjuuttt....
Di ujung2 conference baru muncul saudara rofi dan alan. Rofi baru pulang kuliah dan alan lagi nyari tugas. But anyway, dengan kehadiran rofi aku mendapat sebuah kabar, kabar yang benar2 menusuk hatiku, kabar yang benar2 membuatku marah, kabar yang membuat aku berkata “anjrit” di conference itu, kabar yang benar2 memalukan, kabar yang mencoreng nama pondokku. “ngomong2 soal porno, si kamil memproduksi film xxx” masih teringat di kepalaku ketika itu rofi menulis kata2 seperti itu di conference. Dengan heran lalu aku tanya kembali, “maksudnya jadi pemainnya gitu?”. Yup. Subhanallah, sungguh tersentak hatiku. Dan icha juga menambahkan bahwa ada yang ketauan cipokan di sawah. Astaghfirullah.
Aku tak rela pondokku tercoreng begitu saja, aku tak rela ketika orang2 menjelek2an pondokku dengan semua keburukan yang sedang beredar untuk di jadikan bahan omongan, aku tak rela ketika para alumni bilang “sekarang de-a makin parah” dengan mereka juga melakukan apa yang membuat de-a di bilang parah.
Aku sangat bangga ketika bapaku bilang lulusan2 de-a hebat2 ya, banyak yang jadi orang, bapa tinggal nunggu kamu aja!. Aku sangat tersindir ketika bapaku bercerita melihat salah seorang murid berpidato dalam bahasa arab dan inggris dengan sangat lancar waktu pembagian raport di aula, dengan tanpa sadar bapaku meneteskan air mata dan membayangkan yang berpidato itu adalah anakku. Aku sangat bangga ketika para pemimpin2 muhammadiyah di kotaku bilang bahwa lulusan de-a banyak yang aktif di organisasi ranting, cabang, daerah bahkan sampai pusat. Aku sangat termotivasi ketika banyak alumni de-a yang kuliah di luar negeri. Aku sangat kagum ketika alumni de-a ada yang jadi penulis dan membuat film.Sungguh aku bangga pada pondokku.

Ma’hadi baiti, pondokku rumahku. Baiti jannati, rumahku surgaku.

No comments: